Monday, 16 May 2016

Mengubah Arah Putaran Motor Brushless dengan Relay

Bismillah...

Dua hari kemarin ada pertanyaan dari salah satu pembaca blog saya mengenai bagaimana cara mengubah arah putaran motor brushless? (di sini yang dimaksud adalah motor brushless yang biasa digunakan di multirotor/drone).

Gambar 1. My Drone

Jika diperhatikan, motor jenis ini memiliki 3 kabel layaknya motor 3 fasa yang biasa dipakai di industri-industri besar, biasanya diberi kode U, V, dan W atau R, S, dan T.

sumber [www.dx.com]

Nah, lalu bagaimana caranya mengubah arah putaran motor ini? Caranya sangat gampang yaitu: Dengan Cara Menukar Fasa, maksudnya biar lebih jelas silahkan perhatikan Gambar 3 berikut ini.


Gambar 3. Cara Mengubah Arah Putaran Motor Brushless 3 Kabel

Sudah jelas dengan gambar yang di atas? Jadi jika kondisi awal kabel motor brushless dan esc itu urutannya 
  • R - U
  • S - V
  • T - W
menjadi
  • R - V
  • S - U
  • T - W (sambungan yang ini nggak berubah).

Nah, untuk menukar kabel tersebut secara otomatis mari kita gunakan relay. Komponen yang perlu di siapkan adalah relay yang memiliki tipe kontak DPDT (Double Pole Double Throw), Nah lo, istilah apalagi ini? Hehe. Silahkan googling sendiri maksudnya apa ya, atau tunggu di artikel-artikel selanjutnya. Ok?

Ciri-cirinya relay DPDT adalah dia memiliki 8 kaki. Jika kamu tidak menemukan relay jenis tersebut maka bisa menggunakan dua buah relay SPDT (Single Pole Double Throw), cirinya dia memiliki 5 kaki, yang dipasang paralel.

Berikut skematiknya:

Gambar 4. Skematik Mengubah Arah Putar Motor Brushless dengan Relay pada Kondisi Normal

Gambar 4 diatas menunjukkan kondisi motor dengan putaran searah jarum jam, hal ini disebut kondisi NORMAL karena COIL pada relay dalam kondisi TIDAK AKTIF. Pada gambar terlihat bahwa kabel R terhubung ke kabel U, dan kabel S terhubung ke kabel V (perhatikan garis biru).

Sedangkan pada gambar 5 di bawah menunjukkan kondisi ketika COIL pada relay AKTIF (hal ini disebabkan karena saklar ditekan). Perubahan pada kondisi COIL menyebabkan SAKLAR DPDT berubah kondisi (perhatikan garis merah pendek). Karena perubahan kondisi saklar tersebut maka terjadi pertukaran hubungan kabel (perhatikan garis biru). Di mana, kabel R menjadi terhubung ke kabel V, dan kabel S menjadi terhubung ke kabel U. Hal tersebut menyebabkan arah putaran motor berubah menjadi berbalik arah jarum jam.


Gambar 5. Skematik Mengubah Arah Putar Motor Brushless dengan Relay pada Kondisi Coil Aktif

Bagaimana? Cukup jelas atau tidak penjelasannya. Jika ada yang ingin didiskusikan silahkan hubungi saya di kontak yang ada header blog ini. ^^

Keep Learning, Keep Sharing.
Karena Berbagi nggak akan bikin Kita Rugi.



Sunday, 24 April 2016

Membuat Library EAGLE Sendiri (PART 2)

Contents

PREVIOUS


Nah artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya. Di sini akan dibahas bagai mana membuat SYMBOL dan DEVICE. Langkah-langkah sebelumnya jangan lupa di SAVE ya.

MEMBUAT SYMBOL

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat SYMBOL:
  • KLIK DEVICE (dtandai warna kuning)
    lalu masukan nama yang sama dengan waktu membuat PACKAGE yaitu RELLAY. Klik YES ketika muncul peringatan sampai muncul jendela baru seperti yang terlihat di Gambar 1.
Jendela Pembuatan Symbol
  • Gambar Schematic yang ada di datasheet di sini. Coba perhatikan Gambar berikut. Ada tiga tools yang menurut saya paling penting (WIRE untuk menggambar simbol komponen, PIN untuk membuat pemetaan KAKI-KAKI komponen, dan NAME untuk pengalamatan PIN.)

  • Jika simbol RELAY sudah jadi dan setiap PIN sudah diberi nama kita aka lanjut ke langkah berikutnya. Yaitu MEMBUAT DEVICE.

MEMBUAT DEVICE



  • Klik DEVICE sehingga muncul tab seperti di bawah ini.

  • Kemudian Klik OK sehingga muncul jendela seperti di bawah ini.

  • Setelah itu kita klik "add symbol" lalu tekan OK.

  • Kemudian klik "new" untuk menambahkan PACKAGE lihat gambar sebelum yang di atas. Sehingga akan muncul jendela seperti di bawah ini.


  • Nah setelah melakukan semua hal di atas, langkah selanjutnya adalah dengan meng-Klik "connect" di bagian pojok kanan bawah. Sehingga akan muncul tab baru seperti yang ditunjukan pada gambar di bawah ini.

  • Klik "connect" 5 kali atau sebanyak PIN yang akan dihubungkan antara symbol dan package.

  • Langkah terakhir adalah Klik OK.

SELAMAT, kita telah berhasil membuat sebuah library sendiri. Jangan lupa SAVE. Untuk menggunakkan library yang telah kita buat. Copy kan dulu file RELLAY.lbr -nya ke file library eagle. ^^

Selamat mencoba. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan hubungi saja. Semoga membantu.

Saturday, 23 April 2016

Membuat Library EAGLE sendiri (PART 1)


Di artikel ini saya akan membahas tentang bagaimana cara membuat library komponen sendiri menggunakan EAGLE CadSoft. Kenapa hal ini perlu dipelajari? Penasaran? Jadi kasusnya begini:

KASUS

Pernah nggak temen-temen pada saat lagi bikin rangkaian, apapun itu yang tentunya cukup kompleks, tiba-tiba komponen yang diinginkan tidak ada di list library? Bingung dan bikin stress kalo ini pengalaman pertama. (Hal ini dialami sendiri oleh saya pas lagi diburu2 atasan untuk bikin proyek, Bingung bin Stress lah pokoknya ^^). Tapi nih tapi, pada saat moment kaya gini hal yang paling penting adalah JANGAN keliatan BEGO di depan atasan. Jelas, gaji bisa turun kalo BOS tau kita punya cela. Haha… malah curhat ini.

SOLUSI

Nah sebenernya ada beberapa solusi yang bisa kita lakukan:
  • PERTAMA: Don’t Panic/ Ga boleh panik.
  • KEDUA: Cara paling males yaitu pake komponen lain yang punya konfigurasi pin yang sama persis dengan komponen yang kita ingin pakai. (Cara ini dianjurkan/ diperbolehkan kalau rangkaian untuk keperluan sendiri).
  • KETIGA: Temen-temen bisa export library komponen dari rangkaian lain. Lihat caranya DISINI.

Nah, cara yang ketiga yang menurut saya paling keren. Kenapa? Karena kita akan membuat library EAGLE sendiri. Yeahhh.

Kita ambil contoh kompenen RELAY G6RL punyanya OMRON. Datasheetnya silahkan klik DISANA. Berikut langkah-langkahnya:

  • Siapkan datasheet komponen yang akan dibuat library (Hal ini penting untuk mengetahui dimensi antar PAD (tempat komponen disolder)). Lihat Gambar berikut. Bagian yang saya lingkupi merah adalah bagian paling penting yang harus kita ketahui.


Screen Shoot Datasheet Relay
  • Buka software EAGLE.
Home View EAGLE

  • Klik FILE > NEW > LIBRARY. (Seperti pada Gambar 3)


  • Nanti akan muncul Windows baru seperti yang terlihat pada Gambar 4. Perhatikan yang saya lingkari, ketiga icon itu mewakili:
  1. Package (Yang nanti kita buat di board)
  2. Symbol (Yang nanti kita buat di schematic)
  3. Device (Menggabungkan Symbol dan Package)
Jendela untuk membuat library pada EAGLE

MEMBUAT PACKAGE

Sekarang kita lanjut ke langkah berikutnya yaitu membuat package. Jangan lupa perhatikan dimensi yang tertera di datasheet. Berikut langkah-langkahnya:
  •  KLIK PACKAGE sampai muncul seperti yang terlihat pada Gambar 5.

  • Beri nama RELLAY/ sesuai keinginan lalu KLIK OK sampai muncul seperti yang terlihat di Gambar 6 dan klik YES.

  • Akan muncul jendela baru (Gambar 7) TADAAA kita siap menggambar desain library PCB kita.
  • Karena orang Indonesia pake satuan mm bukan inches maka atur dahulu grid yang ada di pojok kiri atas. KLIK grid ubah ke 1 mm KLIK OK. (Saya tandai dengan warna kuning). Dengan mengatur grid ini maka jarak antar garis adalah 1 mm atau 0.1 mm. 
Jendela Untuk Mengatur Grid
  • Langkah selanjutnya adalah gambar sesuai dimensi pad yang tertera di datasheet. Gunakan tools yang ada di bagian kiri. Silahkan bandingkan dengan datasheet apakah sesuai atau tidak? (Gambar...). Yupz, posisinya sedikit berbeda? Ada yang tahu kenapa? Di datasheet bilang bahwa gambar tersebut merupakan penampakan komponen dari bawah alias bottom view, sedangkan tampilan default EAGLE adalah top view, sehingga gambarnya jadi terbalik. ^^

Kiri: Screen Capture Data sheet, Kanan: Jendela Package Editor

  • Langkah terakhir dalam membuat package adalah dengan memberi nama pada PAD (warna hijau). Agar tidak bingung, sesuaikan saja dengan datasheet. Gunakan Tools NAME. Hilangkan angka-angka dengan tools DELETE supaya menjadi lebih rapih. (Lihat Gambar Berikut).
Hasil Akhir PACKAGE


Nah sampai tahap ini PACKAGE sudah jadi (Jangan lupa di save ya). Sekarang lanjut ke langkah selanjutnya yaitu membuat SYMBOL dan DEVICE.

Friday, 12 February 2016

Tutorial Menyalakan LCD 16x2 Menggunakan Modul I2C

---------------------------------------------------BISMILLAH---------------------------------------------------

Oke, kali ini kita akan membahas komunikasi antara LCD 16x2 dan ARDUINO via modul I2C (Inter Integrated Circuit). Di sini saya tidak akan membahas apa itu I2C karena penjelasannya sangat teknis (Padahal mah emang kaga ngerti... haha ^^).

Nah, jadi kenapa harus pake I2C sih? Intinya, dengan menggunakan modul I2C, pin ARDUINO yang digunakan untuk menyalakan LCD sangat sedikit yaitu hanya 2 pin: SDA (Serial Data) dan SCL (Serial Clock). Kalau di ARDUINO itu pin A4 untuk SDA dan pin A5 untuk SCL (UNO, NANO).

Di tutorial kali ini saya akan menggunakan ARDUINO NANO (a), LCD 16x2 (b), Modul I2C (c), kabel data mini USB (d) dan 4 kabel jumper.

Gambar 1. Komponen yang Dibutuhkan Untuk Komunikasi LCD16x2 Menggunakan Modul I2C.

Jika semua komponen sudah siap. Saatnya kita merangkainya. Ikuti langkah-langkah berikut dengan baik dan benar ya. Pastikan tidak ada tahap yang terlewati.
  • Langkah pertama adalah hubungkan LCD 16x2 ke modul I2C/ (Perhatikan Gambar 2 berikut.)
Gambar 2.  LCD 16x2 dan Modul I2C.

  • Langkah kedua yaitu hubungkan modul I2C ke Arduino NANO. Pastikan semua kabel terhubung dengan benar. (Perhatikan baik-baik Gambar 3 ya.)
Gambar 3. Skematik Diagram Modul I2c dan Arduino NANO
  • Sampai tahap ini kita sudah selesai melakukan proses wiring. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah proses pembuatan program. Nah sebelum mulai membuat program, kita harus download library-nya terlebih dahulu. Silahkan klik link di bawah ini.

  • Jika library di atas sudah di download, silahkan di extract file tersebut ke folder libraries yang ada di installan arduino kita di PC.
  • Langkah selanjutnya adalah buka program ARDUINO IDE dan tulis program seperti di bawah ini.

SELAMAT BERKREASI ^^

referensi:
http://garagelab.com/profiles/blogs/tutorial-lcd-using-only-2-arduino-pins-with-pcf8574-and-i2c

Thursday, 4 February 2016

[TUTORIAL 2] MEMBUAT OBSTACLE AVOIDANCE ROBOT (WALL FOLLOWER)


Di Langkah ketiga ini kita akan mulai membuat algoritma (program) agar OBSTABOT bisa bergerak menelusuri labirin. Pastikan kedua langkah sebelumnya sudah dilaksanakan dengan benar ya ^^.

Gambar 1. Obstacle Avoidance Robot alias OBSTABOT


Algoritma OBSTABOT terbagi menjadi dua algoritma yaitu SUSUR KANAN dan SUSUR KIRI. Di Artikel ini akan dijelaskan algoritma SUSUR KANAN. Algoritmanya adalah sebagai berikut:
  1. Dari tiga sensor yang terpasang kita hanya akan menggunakan dua sensor aja yaitu sensor DEPAN dan KANAN.
  2. Sensor KANAN bertugas untuk mendeteksi jarak OBSTABOT terhadap dinding bagian kanan.
  3. Kita atur supaya jarak rata-rata OBSTABOT terhadap dinding adalah 7 cm (Selanjutnya disebut sebagai Set Point).
  4. Perbedaan posisi robot yang terbaca oleh sensor KANAN dan Set Point kita nyatakan sebagai error.
  5. Untuk mereduksi nilai error tersebut agar selalu bernilai NOL kita gunakan kontrol Proporsional.
  6. Secara sederhana point 4 dan 5 menjelaskan bahwa ketika posisi OBSTABOT terlalu dekat dengan dinding (kurang dari 7 cm) maka OBSTABOT akan bergerak menjauhi dinding. Begitupun sebaliknya, ketika OBSTABOT berada terlalu jauh dari dinding (lebih dari 7 cm) maka OBSTABOT akan bergerak mendekati dinding.
  7. Sensor DEPAN berfungsi untuk mendeteksi dinding yang berada didepan. Ketika cukup dekat dengan tembok yang berada di depan maka secara otomatis OBSTABOT akan berbelok ke arah kiri.
Algoritmanya cukup sederhana bukan? Jika masih ada yang bingung silahkan bisa menghubungi saya. ^^. Berikut cuplikan video OBSTABOT ketika saya sedang mengajar di salah satu sekolah swasta di Kota Bandung.


Nah dari algoritma di atas dikonversikan ke dalam kode arduino akan menjadi seperti di bawah ini:



Friday, 22 January 2016

[TUTORIAL] Membuat Sensor Garis Robot Line Follower

-------------------------------------------BISMILAH-------------------------------------------

Di artikel ini kita akan membahas cara membuat sensor garis robot line follower (LF). Ceritanya kita akan membuat robot LF menggunakan arduino UNO dengan 6 sensor garis. Prinsip kerja sensor garis cukup sederhana. Komponen utamanya hanya ada 3 jenis yaitu resistor, LED super bright, dan PHOTODIODE. Coba temen-temen perhatikan Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Prinsip Kerja Sensor Garis.

Nah, yang warna merah itu kita umpamakan LED (Dioda yang mampu mengeluarkan cahaya) dan yang hitam adalah PHOTODIODE (Dioda yang konduktifitas/nilai hantar-nya dipengaruhi oleh cahaya yang diterimanya). Kedua komponen tersebut sengaja dipasangkan, dimana LED sebagai sumber cahayanya dan PHOTODIODE berfungsi untuk menerima cahaya tergantung warna lantai.

Cahaya itu kalau diarahkan ke sebuah benda dengan warna yang terang (contoh: putih) maka pantulannya pun akan terang (biasanya silau, coba deh), sedangkan jika diarahkan ke warna yang gelap (maka pantulan cahayanya akan sangat minimal. Pada gambar di atas cahaya digambarkan dengan garis merah. Ketika sensor dihadapkan pada lantai putih maka pantulan cahayanya banyak, dan sebaliknya, jika sensor dihadapkan pada lantai hitam maka pantulan cahayanya sedikit. Perbedaan pantulan cahaya inilah yang nanti diolah oleh ARDUINO UNO.

SKEMATIK DIAGRAM


Gambar 2 di atas adalah skematik lengkap dari sensor garis LF yang jumlahnya ada enam. D1,..,D6 (tanda panah ke dalam) merupakan PHOTODIODE. Skematik ini dibuat menggunakan software EAGLE Cadsoft. Cara buatnya bisa ikuti tutorial ini (klik aja: MEMBUAT DESAIN PCB MENGGUNAKAN EAGLE). D1...D6 dihubungkan ke sebuah konektor (SL1) ditambah dua PIN untuk GND dan VCC.

PCB
Gambar 3 ini menunjukkan PCB dari sensor garis LF. Kenapa tulisannya terbalik? hayooo kenapa? ^^. Jadi ceritanya kita di sini sedang melihat PCB bagian bottom tapi dilihat dari sisi TOP. Biar faham apa yang saya maksud, langsung aja ikuti tutorial membuat PCBnya ya.

Gambar 3. PCB Sensor Garis Line Follower
Oke, mungkin artikel membuat sensor garis LF cukup sampai sini aja. Buat temen-temen yang mau meminta file EAGLE nya. Silahkan email ke : fahmifirman.instind@gmail.com.

Semoga Bermanfaat

Thursday, 21 January 2016

[TUTORIAL 1] MEMBUAT OBSTACLE AVOIDANCE ROBOT (WALL FOLLOWER)

Konten

Setelah satu semester berkutat dengan Tugas Akhir tentang Underwater Robot akhirnya sekarang bisa nulis lagi. 

-------------------------------------------------Bismillah-------------------------------------------------


Oke sekarang saya akan membahas tentang tutorial membuat obstacle avoidance robot alias robot halang rintang alias robot susur dinding alias wall follower robot. Apapun namanya, ya begitulah robotnya. hehe. Buat yang belum tau robotnya seperti apa bisa lihat videonya di sini "OBSTACLE AVOIDANCE ROBOT"

Biar lebih simpel kita sebut saja OBSTABOT.

Nah, lalu komponen apa saja sih yang kita butuhkan untuk membuat sebuah OBSTABOT???

Berikut merupakan komponen-komponen yang kita butuhkan: 
  1. Sistem minimum, oke disini kita gunakan Arduino UNO saja.
  2. Dual Driver Motor, disini saya menggunakan "DRIVER MOTOR SHIELD FOR ARDUINO." buatan pribadi, kalo temen-temen mau order silahkan.
  3. Sensor Ultrasonic, kita pakai yang versi ekonomisnya saja yaitu HCSR04, jumlahnya minimal TIGA untuk sensor depan, kanan, dan sensor kiri.
  4. Body, bisa buat sendiri menggunakan akrilik atau triplek.
  5. Dinamo dan roda, saya pakai dinamo tamiya yang 3 V + gearbox.
  6. Batterai Lipo 7.2 VDC.
  7. Kabel Ties, Mur Baud 3mm, double tape, lem dan asesoris lainnya yang dibutuhkan.

Gambar 1 Komponen- komponen OBSTABOT

Jika semua komponen yang dibutuhkan sudah tersedia, sekarang lanjut ke langkah selanjutnya yaitu mulai merangkai. 

Jangan lupa berdoa...

1. Langkah Pertama (merakit mekanik)
Siapkan 2 buah gearbox yang sudah dilengkapi dengan dinamo. Siapkan juga akrilik atau triplek dengan ukuran 20 x 20 CM atau sesuai selera. Bentuk akrilik/triplek seperti yang terlihat di Gambar 2 (Warna Hijau). Bentuk sesuai selera.

Gambar 2. Desain Mekanik OBSTABOT

Jika semua langkah di atas sudah terpenuhi, mari kita lanjut ke langkah berikutnya yaitu merakit elektrik.

2. Langkah Kedua (merakit elektronik)
Sebelum merakit elektrik, pastikan dahulu langkah pertama (merakit mekanik) sudah dilaksanakan. OK?

Nah dilangkah kedua ini kita akan merakit bagian elektroniknya. Caranya gampang, coba perhatikan Gambar 3 berikut ini, pastikan tidak ada kabel yang lupa terpasang ya?

Gambar 3. Skematik OBSTABOT

Dari gambar 3 di atas, sensor kiri dihubungkan ke D8 (TRIG) dan D9 (ECHO), sensor depan dihubungkan ke D10 (TRIG) dan D11 (ECHO), dan sensor kanan dihubungkan ke D12 (TRIG) dan D13 (ECHO). Sedangkan driver motor dihubungkan ke D4, D5, D6, dan D7. Khusus untuk driver motor tidak perlu lagi menggunakan kabel karena bisa langsung ditempel di arduino UNO (Shield).

Jika semuanya sudah terhubung, kita lanjut ke langkah yang ketiga... Langkah ketiga ini adalah proses pemrogramman OBSTABOT.

3. Langkah Ketiga (SILAHKAN KLIK DI SINI) 

Semoga Bermanfaat


Wednesday, 25 November 2015

Komunkasi Arduino dan Android via Bluetooth

Alhamdulillah seminggu kebelakang dapat project tentang alat yang berkaitan dengan "home automation". Ceritanya di sini saya ingin mengendalikan lampu atau pompa atau apapun alat-alat listrik yang ada pada sebuah rumah dengan menggunakan smartphone.

Bisa kah???

Jelas bisa.

Begini penampakan  alatnya...
Home Automation 4 channel, dapat mengendalikan 4 output (lampu, pompa, dll)

Home Automation 4 Channel

Lalu apa aja alat dan bahan yang dibutuhkan?
Berikut adalah alat dan bahan yang saya gunakan:
1. Arduino Uno
2. Modul Bluetooth
3. Shield expansion [yang ini saya buat sendiri]
4. Modul Relay
5. Kabel Jumper
6. Akrilik bening
7. Solder dan timahnya
8. Obeng, Tang, Gergaji
7. Mur-Baud secukupnya
9. Niat dan kemauan keras ^^

Untuk software yang digunakan adalah arduino IDE dan appInventor 2 (online) besutannya MIT. appInventor ini dipakai buat ngoding program android, outputnya berupa .apk.

Nah begini screenshot "home automation.apk"-nya. Saya coba program ini di android kitkat dan lollipop. Alhamdulillah berhasil.

Interface Home Automation.apk

Nggak afdol kalo nggak ada videonya, monggo cek disini. Semoga menginspirasi.


Home Automation Project
Design Interface: Mamen
Code: Jack

Monday, 5 October 2015

Curhatan Tugas Akhir Satu (Tentang cara Lumba-lumba bisa Kawin)

Sedikit curhat tentang Tugas Akhir yang ternyata lama banget direalisasiin, robot bawah air (RBA) atau dalam bahasa kerennya disebut underwater robot. Secara sistem kontrol RBA dibagi menjadi dua jenis yaitu Remotely Operated underwater Vehicle (ROV) dan Autonomous Underwater Vehicle (AUV). Jelas lah ya bedanya, yang satu pake remot alias bisa dikontrol secara langsung oleh manusia, yang satu otomatis alias si robotnya udah dikasih kecerdasan buatan untuk melaksanakan misi.

Gambar 1. UAV yang orang lain buat

Nah, karena emang gw tertarik sama RBA ini dijadikanlah sebagai tema penelitian pada tugas akhir. Fokus penelitiannya tentang kontrol kedalaman selam RBA berbasis fuzzy logic control (FLC). Pertama PeDe aja gitu bikin ini robot, dapet sensor ultrasonic pinjeman dari bapak Dosen yang harganya jika dirupiahkan 1.5 juta (saat dollar 12 rebu) sekarang? cek aja di web yang jual. 

Kirain bisa kan ya pake ultrasonic (suara), secara lumba-lumba juga pake sound wave buat ngobrol, curhat, pdktan, ngajak kawin sesama lumba-lumba yang lain. Ternyata eh ternyata pas gw coba sensor ultrasonic di dalem air BISA dengan syarat airnya harus bener-bener statis alias diem. Nah namanya juga robot kan ya, dia mesti gerak sana-sini. Alhasil sensor ultrasonicnya nggak sanggup kalo robotnya digerak-gerakin. 

Sumpah, hampir putus harapan tuh bingung gimana caranya supaya itu sensor bisa kaya sensornya lumba-lumba. Biar RBA gw bisa ngobrol, curhat, pdktan, ngajak kawin RBA yang lain. Tapi apa daya ternyata memang tidak bisa.
Gambar 2. ROV yang gw buat

Tanya sana-sini, problemnya karena sensor yang gw pake frekuensinya terlalu tinggi (ultrasonic), sedangkan si lumba-lumba frekuensinya rendah, katanya. CMIIW

Akhirnya mau nggak mau, dengan terpaksa dan berat hati, gw GANTI JUDUL tugas akhir. Sedih men sedih.

...bersambung...

Wednesday, 9 September 2015

Typograph 'Pake' Corel Draw

Udah lama blog didiemin... kasihan juga viewernya makin lama makin turun...

Kali ini ga begitu berhubungan sama robotika nih tapi lebih ke desain menggunakan corel. Gegara gw masuk Komunitas Pengguna CorelDraw Indonesia. Banyak orang-orang keren disana, desainnya juga ajib-ajib deh, dan akhirnya gw ketularan deh bikin-bikin desain kaya mereka.

Untuk tutorialnya nanti saja lah ya??? sedang disibukan dengan Tugas Akhir soalnya. Nah berikut beberapa desain yang gw bikin dengan CorelDraw X5.




Nah beginilah beberapa karya coret-coretan yang gw bikin pake corel. Jenis desainnya typograph. Gw bikin desain begini bukan tanpa maksud. Tapi karena emang lagi bikin project, namanya LAB.DISTORY.

Penasaran?

So, tungguin aja nanti waktunya. ^^

Monday, 13 July 2015

Bagian-bagian Pesawat RC Fixed Wing

Pada artikel kali ini kita akan membahas bagian-bagian pesawat RC dan fungsinya. Silahkan perhatikan Gambar 1.

Untuk cara pembuatan pesawat RC ini silakan cek pada link berikut:
Gambar 1. Bagian-Bagian Pesawat RC

Dibagian depan biasa disebut "nose" alias bagian hidung: Komponen penting di bagian ini adalah motor penggerak dan propeller.

Bagian tengah disebut bagian "wings" alias sayap: Komponen penting di bagian ini adalah sayap itu sendiri yang dilengkapi aileron. Fungsi dari aileron adalah menggerakan pesawat pada sumbu x alias roll alias berguling ke pinggir (Lihat Gambar 2).

Bagian belakang disebut bagian "tails" alias ekor: Komponen penting pada bagian ini adalah sayap belakang yang dilengkapi dengan elevator yang berfungsi menggerakan pesawat terhadap sumbu y alias pitch alias gerakan mengangguk. Kedua adalah sirip horizontal yang menjaga posisi pesawat agar bergerak lurus, tidak berkelok-kelok, bagian ini dilengkapi dengan rudder yang berfungsi menggerakan pesawat terhadap sumbu z alias yaw alias gerakan menggeleng.

Gambar 2. Gerakan Pada Pesawat RC

Nah mungkin sekian dulu untuk artikel kali ini. Karena saya tidak mendalami bidang aeronautika mohon maaf apabila terdapat kekeliruan. Silahkan diingatkan bila terdapat kesalahan dalam penjelasan di atas.

Semoga bermanfaat.

BACA JUGA:

Membuat Pesawat RC Fixed Wing

Gambar 1. Pesawat RC Fixed Wing

Nah sekarang saya akan membahas tentang cara membuat pesawat RC yang murah-meriah jika dibandingkan dengan beli jadi pesawat RC. Beberapa alat dan bahan yang harus kita butuhkan untuk membuat Pesawat RC fixed wing yaitu:
  • ALAT
  1. Cutter
  2. Tang
  3. Obeng
  4. Lem Tembak dan isinga
  5. Alat Tulis
  6. Double Tape
  7. Lakban
  8. Kertas
  9. Printer
  • BAHAN
  1. Kayu Balsa (15k-25k/15x100cm) atau Polyfoam (45k-55k/lembar) tergantung ketebalan.
  2. Propeller [saya pake yang 9inch] (25k-50k) saran beli banyak, yg sering rusak ya propeller karena posisinya di depan.
  3. Motor Brushless [saya pakai sky artec 1530kv] (150k-200k)
  4. ESC [saya pakai yang 30A] (250k-300k)
  5. Engsel [Part Aeromodelling atau bisa diakalin pake lakban]
  6. Servo minimal 3 pcs [saya pakai tower servo 9g] (75k/pcs)
  7. Jari-jare sepeda (2k-5k)
  8. Wheels alias roda, beli yang emang part aeromodelling biar ringan (30k-50k)
  9. Kabel ties.
  10. mur dan baud. (biasanya m3/sesuaikan ukuran dengan dudukan motor brushlessnya)
  11. Remote Control tentunya [saya pakai fly sky th9]m (harga kisaran 1.3 sampai 1.7 juta) kalo ngerasa kemahalan bisa beli yang jumlah channelnya lebih sedikit, harga bisa dari 500ribuan.
Setelah menyiapkan alat dan bahan di atas silahkan:
  1. Download template desain pesawatnya DISINI. 
  2. Print di kertas (A2/A1 disarankan). 
  3. Tempel di kayu atau polyfoam atau defron.
  4. Potong sesuai template.
  5. Rakit semuanya.
  6. Gunakan engsel pada bagian-bagian yang bergerak.
  7. Rekatkan dengan lem tembak dibeberapa tempat. (Bagian sayap utama dan body, sayap belakang)
  8. Buat dudukan roda menggunakan jari-jari sepeda, temen-temen bisa impovisasi disini.
  9. Pasang roda dan rekatkan dudukan roda ke pesawat menggunakan lem tembak.
Sampai sini pesawat sudah terlihat bentuknya, tinggal bagian elektronikanya nih. Sebelumnya baca artikel INI dulu supaya tau bagian-bagian pesawat itu apa aja.

Gambar 2. Skematik Diagram Pesawat RC Fixed Wing

Nah selanjutnya adalah kita menginstalasi sistem elektronika seperti yang terlihat di Gambar 2.
  • Channel 1 dihubungkan dengan servo elevator.
  • Channel 2 dihubungkan dengan servo aileron.
  • Channel 3 dihubungkan dengan electronic speed control (esc) untuk menggerakan motor brushless.
  • Channel 4 dihubungkan dengan servo rudder.
Setelah melakukan semua langkah di atas, siapkan mental anda untuk mencoba terbang. Selamat mencoba.

Semoga bermanfaat.

Tunggu artikel selanjutnya tentang cara mengendalikan pesawat RC fixed wing.

BACA JUGA:

Monday, 6 July 2015

[TUTORIAL 1] Membuat Robot Line Follower Menggunakan Arduino

Sekarang kita akan mencoba untuk membuat sebuah robot line follower berbasis arduino. Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dulu definisi dari robot line follower.

Robot Line Follower adalah sebuah robot yang mampu mengikuti garis untuk melaksanakan sebuah misi. Pada kenyataannya robot line follower biasa digunakan sebagai robot transporter (memindahkan barang) pada sebuah industri manufaktur.

Gambar 1. Aplikasi Line Follower di Industri

BAHAN-BAHAN
Untuk membuat sebuah robot line follower berbasis arduino, berikut bahan-bahan yang harus disiapkan:
  • Arduino UNO. (Ori: 350k, Clone: 150k [bisa beli ke sy juga kok])
  • Sensor Garis, untuk tau cara kerjanya bisa cek DISINI. (Bikin sendiri mulai dari desain PCB sampai nyolder sekitar 150-200k, tergantung jumlah sensor juga, harga yg sy sebutkan untuk jumlah 12 sensor dengan desain seperti INI
  • Motor DC dan Gearbox + Roda, (Harganya kisaran 150k).
  • Driver Motor, untuk tau cara kerjanya bisa cek DISINI dan DISITU.
  • Battery LiPo 2 cell. (Harga kisaran 150-250k).
Setelah semua bahan disiapkan, langkah selanjutnya adalah merangkainya. 

DESAIN MEKANIK
Gambar 2 berikut adalah desain mekanik dari robot line follower dengan menggunakan arduino UNO. Bagian yang berwarna hijau adalah akrilik, bentuknya tidak harus seperti yang terlihat di gambar, alias tergantung selera.

Gambar 2. Desain Mekanik Robot Line Follower

DESAIN ELEKTRONIK
Sesudah merangkai bagian mekaniknya, langsung ke langkah berikutnya yaitu merangkai bagian elektronik. Perhatikan Gambar 3 berikut. Jangan sampai ada kabel yang salah pasang ya.

Gambar 3. Desain Elektronik Robot Line Follower

Dari Gambar 3 di atas beberapa hal yang tidak boleh dilupakan adalah:
  1. Pin yang digunakan untuk sensor garis adalah Pin Analog A0 sampai A5.
  2. Pin yang digunakan untuk Motor kanan dan kiri adalah Pin Digital 4 sampai 7.
  3. Pin yang lain dapat digunakan untuk LCD dan Pushbutton. Tetapi, dalam tutorial ini LCD dan pushbutton belum diaplikasikan. ^^

Nah, jika mekanik dan elektroniknya sudah selesai dirangkai. Saatnya membuat algoritma. (tunggu ya)