Monday, 22 January 2018

[Tutorial] Menyalakan Lampu Menggunakan Modul Relay dan Arduino

Bismillah...
  • ALAT DAN BAHAN
Oke sekarang saya akan menjelaskan bagaimana cara menyalakan lampu menggunakan arduino. Langsung saja, alat dan bahan yang kita butuhkan adalah sebagai berikut (Lihat Gambar 1):
1. Fitting Lampu dan Lampu.
2. Kabel yang sudah terhubung dengan steker/colokan.
3. Modul Relay
4. Arduino
5. Jumper (3 wire)
6. Kabel data
7. Laptop
8. Tang dan Obeng

Gambar 1. Alat dan Bahan Percobaan

  • LNGKAH KERJA
1. Hubungkan fitting lampu dengan steker menggunakan kabel, gunakan obeng.
2. Potong salah satu kabel, menjadi 2 bagian, gunakan tang. (Perhatikan Gambar 2).

Gambar 2. Potong Salah Satu Kabel

3. Hubungkan ke Modul Relay, ujung satu ke "com", ujung lainnya ke "NO" atau "NC". (Perhatikan Gambar 3), Gunakan Obeng

Gambar 3. Menghubungkan Kabel Ke Modul Relay

4. Hubungkan Modul Relay dan Arduino menggunakan Jumper, (vcc ke 5v (kabel putih), in ke pin 13 (kabel merah), gnd ke GND (kabel abu)), Perhatikan Gambar 4.

Gambar 4. Menghubungkan Modul Relay dan Arduino

Oke, Jika semua telah terhubung, seperti yang terlihat di Gambar 5, saatnya kita memprogram Arduino. Caranya sudah faham kan kalo yang ini.

Gambar 5. Siap Diprogram
Untuk program, silahkan gunakan program di bawah ini:


Hasil dari program di atas adalah lampu akan berkedip-kedip, untuk mengubah frekuensi kedipannya silahkan atur delaynya. Berikut adalah video hasil eksperimen saya dengan menggunakan program di atas.


Nah, untuk eksperimen lanjutan supaya teman-teman bisa lebih faham mengenai modul relay, teman-teman bisa coba dengan mengubah koneksi yang digunakkan. Ketika com dan NC efeknya bagaimana, dan ketika menggunakan com dan NO efeknya seperti apa.

SELAMAT BEREKSPERIMEN. SEMOGA MEMBANTU.

Minggu depan saya akan mencoba membuat tutorial bagaimana mengendalikan lampu dengan menggunakan smartphone via bluetooth, ala-ala smarthome gitu. Tunggu saja.

Thursday, 18 January 2018

Modul Relay

Bismillah...

Sudah sangat lama saya nggak nulis artikel di blog ini karena sibuk kerja. Sekarang semangat lagi "tinggi-tinggi"-nya buat nulis lagi nih, buat berbagi lagi (asssiiik). Biar berkah. Amiiin.

Postingan ini saya kasih judul MODUL RELAY. Apa sih itu?

Penampakan Modul Relay Produksi Pribadi

  • DEFINISI dan FUNGSI
RELAY adalah sebuah komponen elektro mekanik yang berfungsi sebagai SAKLAR, biasanya digunakan untuk mengendalikan sesuatu yang memiliki level tegangan berbeda, nah loh apalagi tuh?

Ilustrasinya begini, kita punya sebuah LAMPU neon atau pijar dan POMPA listrik, untuk aplikasi rumahan mungkin 2 barang itu yang sering kita lihat. Ceritanya kedua barang tersebut ingin kita kendalikan dengan mengguakan microcontroller, baik itu berdasarkan timing (lampu harus nyala ketika malam tiba), atau sensor, atau dikendalikan via smartphone. Nah karena level tegangan microcontroller itu menggunakan level tegangan TTL (5 vdc) dan di beberapa micro keluaran anyar bahkan menggunakan level tegangan CMOS (3.3 dc), jadi tidak mungkin dan tidak bisa digunakan  langsung untuk mengendalikan lampu atau pompa yang level tegangannya 220 vac. Untuk menggabungkan kedua alat yang berbeda level tegangan tersebut digunakanlah RELAY.


  • SIMBOL dan PENAMPAKAN
Nah relay ini terdari dari dua bagian loh, kontak/saklar dan coil/lilitan. Supaya lebih jelas bisa dilihat dari gambar berikut.

Gambar 1. Simbol Relay

Sebelah kiri adalah coil alias lilitan dan bagian kanan adalah saklar SPDT (single pole double throw). Saklar SPDT punya dua kondisi, NO (normally open) dan NC (normally close). Jika coil dihubungkan dengan power supply maka swtich yang tadinya menghubungkan "com" dengan "NC" menjadi "com" dengan "NO". Sampai sini faham?

Oke lanjut.

Coil ini macam-macam, ada yang 5vdc, 12vdc, dan 24vdc. Dan untuk saklarnya pun macam-macam ada yang SPST, SPDT, DPDT, dan lainnya. Di bawah ini adalah penampakan PCB dengan coil 5vdc dan kontak SPDT (Gambar 2), otomatis kaki/pin out dari relay ini ada 5, 2 untuk coil, dan 3 untuk kontak (Gambar 3).

Gambar 2. Relay Coil 5 vdc, Kontak SPDT (Tampak Atas)

Gambar 3. Relay Coil 5 vdc, Kontak SPDT (Tampak Bawah)

  • SKEMATIK dan PCB DESIGN
Agar Relay ini bisa bekerja sebagai mana mestinya dan sesuai dengan standar keamanan, maka dibutuhkan komponen lain. Lengkapnya bisa perhatikan Skematik di Gambar 4.

Gambar 4. Skematik Modul Relay

Dari gambar 4 kita bisa lihat terdapat komponen tambahan seperti, optocoupler LTV816, transistor BC547, diode 1n4004, dan led indikator. Semua komponen tersebut berfungsi untuk mengaktifkan relay dalam kondisi yang aman.

Pembuatan skematik dan desain PCB saya menggunakan software EAGLE. Penampakan desain board bisa kamu lihat di Gambar 5.

Gambar 5. Desain PCB Modul Relay

Nah, penjelasan pendahuluan mengenai modul relay sampai di sini dulu, untuk tutorial pengaplikasiannya silahkan klik link di bawah ini:

[Tutorial] Menyalakan Lampu Menggunakan Modul Relay dan Arduino

Jika teman-teman membutuhkan modul relaynya bisa pesan ke saya, untuk saat ini baru ada dua model, modul relay 1ch dan modul relay 2ch. Harganya bersahabat.

Terima kasih.

Monday, 16 May 2016

Mengubah Arah Putaran Motor Brushless dengan Relay

Bismillah...

Dua hari kemarin ada pertanyaan dari salah satu pembaca blog saya mengenai bagaimana cara mengubah arah putaran motor brushless? (di sini yang dimaksud adalah motor brushless yang biasa digunakan di multirotor/drone).

Gambar 1. My Drone

Jika diperhatikan, motor jenis ini memiliki 3 kabel layaknya motor 3 fasa yang biasa dipakai di industri-industri besar, biasanya diberi kode U, V, dan W atau R, S, dan T.

sumber [www.dx.com]

Nah, lalu bagaimana caranya mengubah arah putaran motor ini? Caranya sangat gampang yaitu: Dengan Cara Menukar Fasa, maksudnya biar lebih jelas silahkan perhatikan Gambar 3 berikut ini.


Gambar 3. Cara Mengubah Arah Putaran Motor Brushless 3 Kabel

Sudah jelas dengan gambar yang di atas? Jadi jika kondisi awal kabel motor brushless dan esc itu urutannya 
  • R - U
  • S - V
  • T - W
menjadi
  • R - V
  • S - U
  • T - W (sambungan yang ini nggak berubah).

Nah, untuk menukar kabel tersebut secara otomatis mari kita gunakan relay. Komponen yang perlu di siapkan adalah relay yang memiliki tipe kontak DPDT (Double Pole Double Throw), Nah lo, istilah apalagi ini? Hehe. Silahkan googling sendiri maksudnya apa ya, atau tunggu di artikel-artikel selanjutnya. Ok?

Ciri-cirinya relay DPDT adalah dia memiliki 8 kaki. Jika kamu tidak menemukan relay jenis tersebut maka bisa menggunakan dua buah relay SPDT (Single Pole Double Throw), cirinya dia memiliki 5 kaki, yang dipasang paralel.

Berikut skematiknya:

Gambar 4. Skematik Mengubah Arah Putar Motor Brushless dengan Relay pada Kondisi Normal

Gambar 4 diatas menunjukkan kondisi motor dengan putaran searah jarum jam, hal ini disebut kondisi NORMAL karena COIL pada relay dalam kondisi TIDAK AKTIF. Pada gambar terlihat bahwa kabel R terhubung ke kabel U, dan kabel S terhubung ke kabel V (perhatikan garis biru).

Sedangkan pada gambar 5 di bawah menunjukkan kondisi ketika COIL pada relay AKTIF (hal ini disebabkan karena saklar ditekan). Perubahan pada kondisi COIL menyebabkan SAKLAR DPDT berubah kondisi (perhatikan garis merah pendek). Karena perubahan kondisi saklar tersebut maka terjadi pertukaran hubungan kabel (perhatikan garis biru). Di mana, kabel R menjadi terhubung ke kabel V, dan kabel S menjadi terhubung ke kabel U. Hal tersebut menyebabkan arah putaran motor berubah menjadi berbalik arah jarum jam.


Gambar 5. Skematik Mengubah Arah Putar Motor Brushless dengan Relay pada Kondisi Coil Aktif

Bagaimana? Cukup jelas atau tidak penjelasannya. Jika ada yang ingin didiskusikan silahkan hubungi saya di kontak yang ada header blog ini. ^^

Keep Learning, Keep Sharing.
Karena Berbagi nggak akan bikin Kita Rugi.



Sunday, 24 April 2016

Membuat Library EAGLE Sendiri (PART 2)

Contents

PREVIOUS


Nah artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya. Di sini akan dibahas bagai mana membuat SYMBOL dan DEVICE. Langkah-langkah sebelumnya jangan lupa di SAVE ya.

MEMBUAT SYMBOL

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat SYMBOL:
  • KLIK DEVICE (dtandai warna kuning)
    lalu masukan nama yang sama dengan waktu membuat PACKAGE yaitu RELLAY. Klik YES ketika muncul peringatan sampai muncul jendela baru seperti yang terlihat di Gambar 1.
Jendela Pembuatan Symbol
  • Gambar Schematic yang ada di datasheet di sini. Coba perhatikan Gambar berikut. Ada tiga tools yang menurut saya paling penting (WIRE untuk menggambar simbol komponen, PIN untuk membuat pemetaan KAKI-KAKI komponen, dan NAME untuk pengalamatan PIN.)

  • Jika simbol RELAY sudah jadi dan setiap PIN sudah diberi nama kita aka lanjut ke langkah berikutnya. Yaitu MEMBUAT DEVICE.

MEMBUAT DEVICE



  • Klik DEVICE sehingga muncul tab seperti di bawah ini.

  • Kemudian Klik OK sehingga muncul jendela seperti di bawah ini.

  • Setelah itu kita klik "add symbol" lalu tekan OK.

  • Kemudian klik "new" untuk menambahkan PACKAGE lihat gambar sebelum yang di atas. Sehingga akan muncul jendela seperti di bawah ini.


  • Nah setelah melakukan semua hal di atas, langkah selanjutnya adalah dengan meng-Klik "connect" di bagian pojok kanan bawah. Sehingga akan muncul tab baru seperti yang ditunjukan pada gambar di bawah ini.

  • Klik "connect" 5 kali atau sebanyak PIN yang akan dihubungkan antara symbol dan package.

  • Langkah terakhir adalah Klik OK.

SELAMAT, kita telah berhasil membuat sebuah library sendiri. Jangan lupa SAVE. Untuk menggunakkan library yang telah kita buat. Copy kan dulu file RELLAY.lbr -nya ke file library eagle. ^^

Selamat mencoba. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan hubungi saja. Semoga membantu.

Saturday, 23 April 2016

Membuat Library EAGLE sendiri (PART 1)


Di artikel ini saya akan membahas tentang bagaimana cara membuat library komponen sendiri menggunakan EAGLE CadSoft. Kenapa hal ini perlu dipelajari? Penasaran? Jadi kasusnya begini:

KASUS

Pernah nggak temen-temen pada saat lagi bikin rangkaian, apapun itu yang tentunya cukup kompleks, tiba-tiba komponen yang diinginkan tidak ada di list library? Bingung dan bikin stress kalo ini pengalaman pertama. (Hal ini dialami sendiri oleh saya pas lagi diburu2 atasan untuk bikin proyek, Bingung bin Stress lah pokoknya ^^). Tapi nih tapi, pada saat moment kaya gini hal yang paling penting adalah JANGAN keliatan BEGO di depan atasan. Jelas, gaji bisa turun kalo BOS tau kita punya cela. Haha… malah curhat ini.

SOLUSI

Nah sebenernya ada beberapa solusi yang bisa kita lakukan:
  • PERTAMA: Don’t Panic/ Ga boleh panik.
  • KEDUA: Cara paling males yaitu pake komponen lain yang punya konfigurasi pin yang sama persis dengan komponen yang kita ingin pakai. (Cara ini dianjurkan/ diperbolehkan kalau rangkaian untuk keperluan sendiri).
  • KETIGA: Temen-temen bisa export library komponen dari rangkaian lain. Lihat caranya DISINI.

Nah, cara yang ketiga yang menurut saya paling keren. Kenapa? Karena kita akan membuat library EAGLE sendiri. Yeahhh.

Kita ambil contoh kompenen RELAY G6RL punyanya OMRON. Datasheetnya silahkan klik DISANA. Berikut langkah-langkahnya:

  • Siapkan datasheet komponen yang akan dibuat library (Hal ini penting untuk mengetahui dimensi antar PAD (tempat komponen disolder)). Lihat Gambar berikut. Bagian yang saya lingkupi merah adalah bagian paling penting yang harus kita ketahui.


Screen Shoot Datasheet Relay
  • Buka software EAGLE.
Home View EAGLE

  • Klik FILE > NEW > LIBRARY. (Seperti pada Gambar 3)


  • Nanti akan muncul Windows baru seperti yang terlihat pada Gambar 4. Perhatikan yang saya lingkari, ketiga icon itu mewakili:
  1. Package (Yang nanti kita buat di board)
  2. Symbol (Yang nanti kita buat di schematic)
  3. Device (Menggabungkan Symbol dan Package)
Jendela untuk membuat library pada EAGLE

MEMBUAT PACKAGE

Sekarang kita lanjut ke langkah berikutnya yaitu membuat package. Jangan lupa perhatikan dimensi yang tertera di datasheet. Berikut langkah-langkahnya:
  •  KLIK PACKAGE sampai muncul seperti yang terlihat pada Gambar 5.

  • Beri nama RELLAY/ sesuai keinginan lalu KLIK OK sampai muncul seperti yang terlihat di Gambar 6 dan klik YES.

  • Akan muncul jendela baru (Gambar 7) TADAAA kita siap menggambar desain library PCB kita.
  • Karena orang Indonesia pake satuan mm bukan inches maka atur dahulu grid yang ada di pojok kiri atas. KLIK grid ubah ke 1 mm KLIK OK. (Saya tandai dengan warna kuning). Dengan mengatur grid ini maka jarak antar garis adalah 1 mm atau 0.1 mm. 
Jendela Untuk Mengatur Grid
  • Langkah selanjutnya adalah gambar sesuai dimensi pad yang tertera di datasheet. Gunakan tools yang ada di bagian kiri. Silahkan bandingkan dengan datasheet apakah sesuai atau tidak? (Gambar...). Yupz, posisinya sedikit berbeda? Ada yang tahu kenapa? Di datasheet bilang bahwa gambar tersebut merupakan penampakan komponen dari bawah alias bottom view, sedangkan tampilan default EAGLE adalah top view, sehingga gambarnya jadi terbalik. ^^

Kiri: Screen Capture Data sheet, Kanan: Jendela Package Editor

  • Langkah terakhir dalam membuat package adalah dengan memberi nama pada PAD (warna hijau). Agar tidak bingung, sesuaikan saja dengan datasheet. Gunakan Tools NAME. Hilangkan angka-angka dengan tools DELETE supaya menjadi lebih rapih. (Lihat Gambar Berikut).
Hasil Akhir PACKAGE


Nah sampai tahap ini PACKAGE sudah jadi (Jangan lupa di save ya). Sekarang lanjut ke langkah selanjutnya yaitu membuat SYMBOL dan DEVICE.

Friday, 12 February 2016

Tutorial Menyalakan LCD 16x2 Menggunakan Modul I2C

---------------------------------------------------BISMILLAH---------------------------------------------------

Oke, kali ini kita akan membahas komunikasi antara LCD 16x2 dan ARDUINO via modul I2C (Inter Integrated Circuit). Di sini saya tidak akan membahas apa itu I2C karena penjelasannya sangat teknis (Padahal mah emang kaga ngerti... haha ^^).

Nah, jadi kenapa harus pake I2C sih? Intinya, dengan menggunakan modul I2C, pin ARDUINO yang digunakan untuk menyalakan LCD sangat sedikit yaitu hanya 2 pin: SDA (Serial Data) dan SCL (Serial Clock). Kalau di ARDUINO itu pin A4 untuk SDA dan pin A5 untuk SCL (UNO, NANO).

Di tutorial kali ini saya akan menggunakan ARDUINO NANO (a), LCD 16x2 (b), Modul I2C (c), kabel data mini USB (d) dan 4 kabel jumper.

Gambar 1. Komponen yang Dibutuhkan Untuk Komunikasi LCD16x2 Menggunakan Modul I2C.

Jika semua komponen sudah siap. Saatnya kita merangkainya. Ikuti langkah-langkah berikut dengan baik dan benar ya. Pastikan tidak ada tahap yang terlewati.
  • Langkah pertama adalah hubungkan LCD 16x2 ke modul I2C/ (Perhatikan Gambar 2 berikut.)
Gambar 2.  LCD 16x2 dan Modul I2C.

  • Langkah kedua yaitu hubungkan modul I2C ke Arduino NANO. Pastikan semua kabel terhubung dengan benar. (Perhatikan baik-baik Gambar 3 ya.)
Gambar 3. Skematik Diagram Modul I2c dan Arduino NANO
  • Sampai tahap ini kita sudah selesai melakukan proses wiring. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah proses pembuatan program. Nah sebelum mulai membuat program, kita harus download library-nya terlebih dahulu. Silahkan klik link di bawah ini.

  • Jika library di atas sudah di download, silahkan di extract file tersebut ke folder libraries yang ada di installan arduino kita di PC.
  • Langkah selanjutnya adalah buka program ARDUINO IDE dan tulis program seperti di bawah ini.

SELAMAT BERKREASI ^^

referensi:
http://garagelab.com/profiles/blogs/tutorial-lcd-using-only-2-arduino-pins-with-pcf8574-and-i2c

Thursday, 4 February 2016

[TUTORIAL 2] MEMBUAT OBSTACLE AVOIDANCE ROBOT (WALL FOLLOWER)


Di Langkah ketiga ini kita akan mulai membuat algoritma (program) agar OBSTABOT bisa bergerak menelusuri labirin. Pastikan kedua langkah sebelumnya sudah dilaksanakan dengan benar ya ^^.

Gambar 1. Obstacle Avoidance Robot alias OBSTABOT


Algoritma OBSTABOT terbagi menjadi dua algoritma yaitu SUSUR KANAN dan SUSUR KIRI. Di Artikel ini akan dijelaskan algoritma SUSUR KANAN. Algoritmanya adalah sebagai berikut:
  1. Dari tiga sensor yang terpasang kita hanya akan menggunakan dua sensor aja yaitu sensor DEPAN dan KANAN.
  2. Sensor KANAN bertugas untuk mendeteksi jarak OBSTABOT terhadap dinding bagian kanan.
  3. Kita atur supaya jarak rata-rata OBSTABOT terhadap dinding adalah 7 cm (Selanjutnya disebut sebagai Set Point).
  4. Perbedaan posisi robot yang terbaca oleh sensor KANAN dan Set Point kita nyatakan sebagai error.
  5. Untuk mereduksi nilai error tersebut agar selalu bernilai NOL kita gunakan kontrol Proporsional.
  6. Secara sederhana point 4 dan 5 menjelaskan bahwa ketika posisi OBSTABOT terlalu dekat dengan dinding (kurang dari 7 cm) maka OBSTABOT akan bergerak menjauhi dinding. Begitupun sebaliknya, ketika OBSTABOT berada terlalu jauh dari dinding (lebih dari 7 cm) maka OBSTABOT akan bergerak mendekati dinding.
  7. Sensor DEPAN berfungsi untuk mendeteksi dinding yang berada didepan. Ketika cukup dekat dengan tembok yang berada di depan maka secara otomatis OBSTABOT akan berbelok ke arah kiri.
Algoritmanya cukup sederhana bukan? Jika masih ada yang bingung silahkan bisa menghubungi saya. ^^. Berikut cuplikan video OBSTABOT ketika saya sedang mengajar di salah satu sekolah swasta di Kota Bandung.


Nah dari algoritma di atas dikonversikan ke dalam kode arduino akan menjadi seperti di bawah ini:



Friday, 22 January 2016

[TUTORIAL] Membuat Sensor Garis Robot Line Follower

-------------------------------------------BISMILAH-------------------------------------------

Di artikel ini kita akan membahas cara membuat sensor garis robot line follower (LF). Ceritanya kita akan membuat robot LF menggunakan arduino UNO dengan 6 sensor garis. Prinsip kerja sensor garis cukup sederhana. Komponen utamanya hanya ada 3 jenis yaitu resistor, LED super bright, dan PHOTODIODE. Coba temen-temen perhatikan Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Prinsip Kerja Sensor Garis.

Nah, yang warna merah itu kita umpamakan LED (Dioda yang mampu mengeluarkan cahaya) dan yang hitam adalah PHOTODIODE (Dioda yang konduktifitas/nilai hantar-nya dipengaruhi oleh cahaya yang diterimanya). Kedua komponen tersebut sengaja dipasangkan, dimana LED sebagai sumber cahayanya dan PHOTODIODE berfungsi untuk menerima cahaya tergantung warna lantai.

Cahaya itu kalau diarahkan ke sebuah benda dengan warna yang terang (contoh: putih) maka pantulannya pun akan terang (biasanya silau, coba deh), sedangkan jika diarahkan ke warna yang gelap (maka pantulan cahayanya akan sangat minimal. Pada gambar di atas cahaya digambarkan dengan garis merah. Ketika sensor dihadapkan pada lantai putih maka pantulan cahayanya banyak, dan sebaliknya, jika sensor dihadapkan pada lantai hitam maka pantulan cahayanya sedikit. Perbedaan pantulan cahaya inilah yang nanti diolah oleh ARDUINO UNO.

SKEMATIK DIAGRAM


Gambar 2 di atas adalah skematik lengkap dari sensor garis LF yang jumlahnya ada enam. D1,..,D6 (tanda panah ke dalam) merupakan PHOTODIODE. Skematik ini dibuat menggunakan software EAGLE Cadsoft. Cara buatnya bisa ikuti tutorial ini (klik aja: MEMBUAT DESAIN PCB MENGGUNAKAN EAGLE). D1...D6 dihubungkan ke sebuah konektor (SL1) ditambah dua PIN untuk GND dan VCC.

PCB
Gambar 3 ini menunjukkan PCB dari sensor garis LF. Kenapa tulisannya terbalik? hayooo kenapa? ^^. Jadi ceritanya kita di sini sedang melihat PCB bagian bottom tapi dilihat dari sisi TOP. Biar faham apa yang saya maksud, langsung aja ikuti tutorial membuat PCBnya ya.

Gambar 3. PCB Sensor Garis Line Follower
Oke, mungkin artikel membuat sensor garis LF cukup sampai sini aja. Buat temen-temen yang mau meminta file EAGLE nya. Silahkan email ke : fahmifirman.instind@gmail.com.

Semoga Bermanfaat

Thursday, 21 January 2016

[TUTORIAL 1] MEMBUAT OBSTACLE AVOIDANCE ROBOT (WALL FOLLOWER)

Konten

Setelah satu semester berkutat dengan Tugas Akhir tentang Underwater Robot akhirnya sekarang bisa nulis lagi. 

-------------------------------------------------Bismillah-------------------------------------------------


Oke sekarang saya akan membahas tentang tutorial membuat obstacle avoidance robot alias robot halang rintang alias robot susur dinding alias wall follower robot. Apapun namanya, ya begitulah robotnya. hehe. Buat yang belum tau robotnya seperti apa bisa lihat videonya di sini "OBSTACLE AVOIDANCE ROBOT"

Biar lebih simpel kita sebut saja OBSTABOT.

Nah, lalu komponen apa saja sih yang kita butuhkan untuk membuat sebuah OBSTABOT???

Berikut merupakan komponen-komponen yang kita butuhkan: 
  1. Sistem minimum, oke disini kita gunakan Arduino UNO saja.
  2. Dual Driver Motor, disini saya menggunakan "DRIVER MOTOR SHIELD FOR ARDUINO." buatan pribadi, kalo temen-temen mau order silahkan.
  3. Sensor Ultrasonic, kita pakai yang versi ekonomisnya saja yaitu HCSR04, jumlahnya minimal TIGA untuk sensor depan, kanan, dan sensor kiri.
  4. Body, bisa buat sendiri menggunakan akrilik atau triplek.
  5. Dinamo dan roda, saya pakai dinamo tamiya yang 3 V + gearbox.
  6. Batterai Lipo 7.2 VDC.
  7. Kabel Ties, Mur Baud 3mm, double tape, lem dan asesoris lainnya yang dibutuhkan.

Gambar 1 Komponen- komponen OBSTABOT

Jika semua komponen yang dibutuhkan sudah tersedia, sekarang lanjut ke langkah selanjutnya yaitu mulai merangkai. 

Jangan lupa berdoa...

1. Langkah Pertama (merakit mekanik)
Siapkan 2 buah gearbox yang sudah dilengkapi dengan dinamo. Siapkan juga akrilik atau triplek dengan ukuran 20 x 20 CM atau sesuai selera. Bentuk akrilik/triplek seperti yang terlihat di Gambar 2 (Warna Hijau). Bentuk sesuai selera.

Gambar 2. Desain Mekanik OBSTABOT

Jika semua langkah di atas sudah terpenuhi, mari kita lanjut ke langkah berikutnya yaitu merakit elektrik.

2. Langkah Kedua (merakit elektronik)
Sebelum merakit elektrik, pastikan dahulu langkah pertama (merakit mekanik) sudah dilaksanakan. OK?

Nah dilangkah kedua ini kita akan merakit bagian elektroniknya. Caranya gampang, coba perhatikan Gambar 3 berikut ini, pastikan tidak ada kabel yang lupa terpasang ya?

Gambar 3. Skematik OBSTABOT

Dari gambar 3 di atas, sensor kiri dihubungkan ke D8 (TRIG) dan D9 (ECHO), sensor depan dihubungkan ke D10 (TRIG) dan D11 (ECHO), dan sensor kanan dihubungkan ke D12 (TRIG) dan D13 (ECHO). Sedangkan driver motor dihubungkan ke D4, D5, D6, dan D7. Khusus untuk driver motor tidak perlu lagi menggunakan kabel karena bisa langsung ditempel di arduino UNO (Shield).

Jika semuanya sudah terhubung, kita lanjut ke langkah yang ketiga... Langkah ketiga ini adalah proses pemrogramman OBSTABOT.

3. Langkah Ketiga (SILAHKAN KLIK DI SINI) 

Semoga Bermanfaat


Wednesday, 25 November 2015

Komunkasi Arduino dan Android via Bluetooth

Alhamdulillah seminggu kebelakang dapat project tentang alat yang berkaitan dengan "home automation". Ceritanya di sini saya ingin mengendalikan lampu atau pompa atau apapun alat-alat listrik yang ada pada sebuah rumah dengan menggunakan smartphone.

Bisa kah???

Jelas bisa.

Begini penampakan  alatnya...
Home Automation 4 channel, dapat mengendalikan 4 output (lampu, pompa, dll)

Home Automation 4 Channel

Lalu apa aja alat dan bahan yang dibutuhkan?
Berikut adalah alat dan bahan yang saya gunakan:
1. Arduino Uno
2. Modul Bluetooth
3. Shield expansion [yang ini saya buat sendiri]
4. Modul Relay
5. Kabel Jumper
6. Akrilik bening
7. Solder dan timahnya
8. Obeng, Tang, Gergaji
7. Mur-Baud secukupnya
9. Niat dan kemauan keras ^^

Untuk software yang digunakan adalah arduino IDE dan appInventor 2 (online) besutannya MIT. appInventor ini dipakai buat ngoding program android, outputnya berupa .apk.

Nah begini screenshot "home automation.apk"-nya. Saya coba program ini di android kitkat dan lollipop. Alhamdulillah berhasil.

Interface Home Automation.apk

Nggak afdol kalo nggak ada videonya, monggo cek disini. Semoga menginspirasi.


Home Automation Project
Design Interface: Mamen
Code: Jack

Monday, 5 October 2015

Curhatan Tugas Akhir Satu (Tentang cara Lumba-lumba bisa Kawin)

Sedikit curhat tentang Tugas Akhir yang ternyata lama banget direalisasiin, robot bawah air (RBA) atau dalam bahasa kerennya disebut underwater robot. Secara sistem kontrol RBA dibagi menjadi dua jenis yaitu Remotely Operated underwater Vehicle (ROV) dan Autonomous Underwater Vehicle (AUV). Jelas lah ya bedanya, yang satu pake remot alias bisa dikontrol secara langsung oleh manusia, yang satu otomatis alias si robotnya udah dikasih kecerdasan buatan untuk melaksanakan misi.

Gambar 1. UAV yang orang lain buat

Nah, karena emang gw tertarik sama RBA ini dijadikanlah sebagai tema penelitian pada tugas akhir. Fokus penelitiannya tentang kontrol kedalaman selam RBA berbasis fuzzy logic control (FLC). Pertama PeDe aja gitu bikin ini robot, dapet sensor ultrasonic pinjeman dari bapak Dosen yang harganya jika dirupiahkan 1.5 juta (saat dollar 12 rebu) sekarang? cek aja di web yang jual. 

Kirain bisa kan ya pake ultrasonic (suara), secara lumba-lumba juga pake sound wave buat ngobrol, curhat, pdktan, ngajak kawin sesama lumba-lumba yang lain. Ternyata eh ternyata pas gw coba sensor ultrasonic di dalem air BISA dengan syarat airnya harus bener-bener statis alias diem. Nah namanya juga robot kan ya, dia mesti gerak sana-sini. Alhasil sensor ultrasonicnya nggak sanggup kalo robotnya digerak-gerakin. 

Sumpah, hampir putus harapan tuh bingung gimana caranya supaya itu sensor bisa kaya sensornya lumba-lumba. Biar RBA gw bisa ngobrol, curhat, pdktan, ngajak kawin RBA yang lain. Tapi apa daya ternyata memang tidak bisa.
Gambar 2. ROV yang gw buat

Tanya sana-sini, problemnya karena sensor yang gw pake frekuensinya terlalu tinggi (ultrasonic), sedangkan si lumba-lumba frekuensinya rendah, katanya. CMIIW

Akhirnya mau nggak mau, dengan terpaksa dan berat hati, gw GANTI JUDUL tugas akhir. Sedih men sedih.

...bersambung...